Home » 2 Cara Efektif Mencegah Penyebaran COVID-19 di Klinik Dokter Gigi Anda !

2 Cara Efektif Mencegah Penyebaran COVID-19 di Klinik Dokter Gigi Anda !

  • by

Selama pandemi Covid-19, tidak hanya pusat perbelanjaan, perkantoran atau sekolah yang tutup sementara, tapi juga beberapa Klinik dokter gigi ditutup. Jika tidak ada keadaan darurat, masyarakat dihimbau untuk tidak ke dokter gigi dulu.

Tenaga medis yang rentan terhadap penyebaran Covid-19 tidak hanya dokter atau perawat yang bekerja di unit perawatan intensif, tetapi juga dokter mata, dokter gigi, dan spesialis THT (telinga, hidung, dan tenggorokan).

Jalur utama penularan Covid-19 adalah melalui penularan langsung, seperti batuk, bersin, dan menghirup tetesan, serta melalui kontak, seperti kontak dengan selaput lendir mulut, hidung, dan mata. Penelitian juga menunjukkan bahwa virus pernapasan dapat ditularkan secara langsung atau tidak langsung dari orang ke orang melalui tetesan dan air liur yang besar atau kecil. Dalam perawatan gigi di rumah sakit dan klinik, infeksi Covid-19 dapat ditularkan melalui berbagai kondisi, seperti udara. sebaran. Ia menjelaskan, ketika seorang pasien positif Covid-19 menggunakan rotary drill untuk melakukan operasi gigi dengan kecepatan tinggi, air liur, udara yang menghirup bahkan darah pasien akan tercampur menjadi bahan infeksi dokter dan perawat gigi.

Baca juga: Cara dokter gigi bangkit dari covid-19

Selain itu, dokter gigi juga kerap berkontak langsung atau tidak langsung dengan cairan pasien, material pasien, dan instrument gigi, serta permukaan yang terkontaminasi di ruang perawatan gigi. Ketika pasien batuk atau berbicara tanpa menggunakan masker juga dapat meningkatkan risiko penularan, Kasus penularan dari pasien ke dokter gigi juga sudah terjadi di beberapa tempat. Di Jerman misalnya, ada kasus transimisi virus dari pasien Covid-19 tanpa gejala. Sementara di tanah air juga diketahui ada beberapa dokter gigi yang tertular virus ini dan meninggal dunia. Pemerintah pun mengimbau dokter gigi untuk sementara tidak berpraktik dulu. Hal ini ditindaklanjuti oleh Persatuan Dokter Gigi Indonesia yang mengeluarkan pedoman pelayanan kedokteran gigi selama pandemi. Dalam pedoman itu para dokter gigi antara lain diminta untuk melakukan screening pada semua pasien, menunda tindakan tanpa keluhan dan nondarurat, tindakan estetik, serta tindakan apa pun yang bersifat menghasilkan aerosol, seperti mengebur dan pembersihan karang gigi.

Baca juga: Lesi Mulut akibat stress COVID-19

Untuk tindakan yang bersifat darurat membutuhkan bantuan dokter gigi, maka dokter diwajibkan menggunakan alat pelindung diri (APD) yang lebih kuat ketika kontak dengan pasien suspek atau positif Covid-19. Tindakan perlindungan lainnya termasuk meminta pasien berkumur sebelum memulai prosedur perawatan gigi. Obat kumur yang mengandung agen oksidatif sangat dianjurkan untuk mengurangi kandungan mikroba mulut di dalam saliva, termasuk potensi Covid-19. Prosedur berkumur ini sangat bermanfaat pada kasus isolator karet tidak dapat digunakan. Dokter gigi juga akan menggunakan Handpiece anti-Retraction system  untuk mencegah infeksi silang. serta aerosol suction system untuk menghisap aerosol yang tersebar karena perawatan gigi.  Tindakan preventif lainnya adalah disinfeksi ruang perawatan gigi, hingga manajemen limbah medis.

Handpiece dengan Anti Retraction system

Handpiece yang tidak memiliki “anti retraction system” sangat berbahaya karena dapat menyebabkan “cross contamination” antara satu pasien ke pasien lain.Handpiece seperti ini sangat beresiko untuk menyebarkan debris, virus dan bakteri ke udara dan water tube dari dental unit. Hal ini lah yang menyebabkan kontaminasi silang antar pasien yang tentunya sangat berbahaya jika digunakan.

Anti retraction dental handpiece sangat dianjurkan karena secara signifikan dapat menghilangkan backflow dari oral bakteri dan juga virus kedalam tube handpiece dan dental unit.

W&H sebagai salah satu produsen handpiece yang sangat mengedepankan “hygiene” sudah memiliki system ini didalam semua handpiecenya termasuk Alegra line.

Teknologi anti-retraction system ini sudah dipatentkan dengan nama “ The Hygine Head Anti-Retraction” di US dan Eropa.

Aerosol suction system

Dalam melakukan pengobatan pada gigi ataupun gusi seorang pasien, secara langsung dokter gigi akan berkomunikasi dan melakukan kontak terhadap pasien dalam jarak yang sangat dekat. Dalam mencegah penularan Covid-19 yang sangat mungkin terjadi pada dokter gigi melalui pasien yang tidak diketahui positif ataupun negatif Covid-19.

Aerosol terbentuk ketika droplet lebih cepat menguap dibanding jatuh ke tanah, meninggalkan inti berdiameter kurang dari 5 mikrometer. Tanpa adanya cairan, partikel virus dari droplet yang menguap dapat terbang di udara selama setengah jam.

Saat virus berpindah melalui aerosol, ada kemungkinan penularannya lewat sebuah ruangan yang sebelumnya ditempati pasien Covid-19. Transmisi melalui udara bebas ini didefinisikan oleh badan kesehatan dunia (WHO) sebagai airborne disease.

Aerosol suction system dari Cobra Dental Telah terukti Klinis dapat membunuh 99% virus di udara , termasuk virus corona. Dengan fitur built in UV Disinfection dapat menyaring segala virus dan bakteri yang terhisap

 

 

 

 

tonton video berikut mengenai pentingnya aerosol suction system dari Cobra Dental

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *