Home » Sterilisasi Alat Kesehatan; Metode yang Bisa Dipilih Sesuai Kebutuhan Klinik Anda

Sterilisasi Alat Kesehatan; Metode yang Bisa Dipilih Sesuai Kebutuhan Klinik Anda

Sekarang ini, menjadi sangat penting bagi rumah sakit dan klinik kesehatan untuk mempunyai satu kegiatan pencegahan dan pengendalian infeksi di fasilitas kesehatan. Selain dapat menjadi daya Tarik untuk pasien yang semakin aware mengenai sterilisasi, namun juga untuk memenuhi standar pelayanan kesehatan yang ditetapkan. Sterilisator atau sering disebut Autoklaf menjadi solusi yang dapat digunakan sehingga semua peralatan yang akan digunakan pada pasien terbebas dari bakteri/kuman penyebab infeksi.

Penyakit infeksi terkait pelayanan kesehatan atau Healthcare Associated Infection (HAIs) menjadi perhatian karena merupakan salah satu masalah kesehatan di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Pada prinsipnya kejadian HAIs ini dapat dicegah jika fasilitas pelayanan kesehatan secara konsisten melaksanakan program PPI (Pencegahan dan Pengendalian Infeksi).

Selain meningkatkan kualitas pelayanan di fasilitas kesehatan, program PPI yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan No.27 Tahun 2017 ini juga memastikan perlindungan kepada setiap orang. Pasalnya program ini juga bertujuan melindungi sumber daya manusia kesehatan, pasien dan masyarakat dari penyakit infeksi yang terkait pelayanan kesehatan.

Salah satu kegiatan yang dilakukan dalam PPI tersebut adalah sterilisasi alat kesehatan pada instrumen dan alat-alat lain yang digunakan pada berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.

Bagaimana alat kesehatan dapat dikatakan steril?

Sebuah alat kesehatan dapat dikatakan steril apabila alat tersebut bebas dari mikroorganisme, baik dalam bentuk vegetatif atau spora. Karena itu, sterilisasi merupakan proses menghilangkan semua mikroorganisme tersebut; seperti bakteria, virus, fungi dan parasit, termasuk endospora.

Ada dua metode sterilisasi yang tercatat pada pedoman pencegahan dan pengendalian infeksi di fasilitas kesehatan, yaitu Sterilisator Uap Tekanan Tinggi (autoklaf) dan Sterilisator Panas Kering (oven).

Metode sterilisasi alat kesehatan yang efektif

Telah disinggung sebelumnya, autoklaf menjadi metode paling efektif yang dapat digunakan. Ada dua alasan yang dapat menjelaskannya.

Pertama, uap pekat menjadi penghantar energi termal yang sangat efektif. Karena autoklaf adalah salah satu alat sterilisasi yang dirancang untuk memberikan panas di bawah tekanan, dengan tujuan dekontaminasi atau sterilisasi.

Kedua, uap adalah sterilan yang efektif karena lapisan luar mikroorganisme bersifat protektif dan resistan dapat dilemahkan oleh uap. Dengan begitu terjadi koagulasi pada bagian mikroorganisme yang sensitif.

Waktu sterilisasi dengan metode autoklaf ini juga lebih pendek dibanding dengan panas kering atau siklus kimia. Meskipun metode ini membutuhkan sumber panas yang terus-menerus, membutuhkan peralatan yang butuh perawatan serius, dan menghindari bahan plastik yang tidak tahan suhu tinggi.

Bahan yang dapat disterilkan denga menggunakan autoklaf yaitu bahan linen seperti pakaian, kasa masker, topi, sarung tangan, dan perlengkapan operasi yang lainnya. Pada umumnya, autoklaf digunakan untuk mensterilkan bahan atau peralatan pada suhu 134º – 160ºC atau 249º – 367ºf dengan waktu kurang lebih 0 – 15 menit, atau lebih sesuai dengan bahan yang disterilkan.

Efektif digunakan untuk alat kedokteran gigi

Sterilisasi alat atau instrumen kesehatan tersebut juga menjadi standar dalam pelayanan perawatan gigi. Bahkan standar tersebut juga tidak hanya wajib menyiapkan dan mensterilkan alat instrumen yang akan dipakai dalam pemeriksaan dan pengobatan. Tetapi alat atau instrumen tersebut juga harus disimpan pada tempat penyimpanan yang benar.

Prosedur sterilisasi dan desinfeksi alat kedokteran gigi sangat penting. Sebab dalam praktik kesehatan pada pemeriksaan dan pengobatan gigi, alat digunakan secara berulang – ulang dan bergantian dari pasien satu ke pasien lainnya. Jika peralatan tidak dalam kondisi steril, maka risiko infeksi pun dapat terjadi.

Sterilisasi pada alat kedokteran gigi inipun efektif dilakukan dengan metode autoklaf. Alasannya, metode ini dirasa sangat efektif untuk membunuh mikroorganisme hingga ke sporanya. Karena autoklaf mencapai temperatur uap maksimum hingga 250 °F atau sekitar 121 °C dengan tekanan mencapai 103 hingga 206 kPa.

Kelebihan penting lainnya, alat sterilisasi autoklaf yang ada saat ini lebih bersahabat dengan ukuran ruangan. Apalagi sebuah klinik kedokteran gigi kecil yang sering bermasalah dengan pengaturan ruangan untuk alat-alat praktik yang digunakan.

Jadi, sudah siapkah berinvestasi untuk memiliki autoklaf yang menunjang rumah sakit atau klinik dimana Anda berpraktik?

1 thought on “Sterilisasi Alat Kesehatan; Metode yang Bisa Dipilih Sesuai Kebutuhan Klinik Anda”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *